Selasa, 27 November 2012

makalah transmisi

MAKALAH
TRANSMISI OTOMATIS

DISUSUN OLEH:
NAMA   :BHAYU SAPUTRO
NO         :05
KELAS  :XII TKR 2

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
SMK NEGERI 2 SRAGEN
TAHUN DIKLAT 2012/2013
i
Halaman persetujuan

Makalah Sistem
Transmisi Otomatis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan
mata diklat Transmisi otomatis

Telah disetujui dan disyahkan oleh pembimbing pada:
Hari          :
Tanggal   :


Pembimbing                                                                                       Siswa


YULIANTO,M.Pd                                                                 BHAYU SAPUTRO
NIP :19750702 200501 1 004                                                NIS:3829
                                                                                                                                                                                                           
                                                                  
                            
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan dalam otomotif.
Harapan saya semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini.


Sragen, 27 Agustus 2012



Bhayu Saputro

iii
DAFTAR ISI
Halaman depan........................................................................................................i
Halaman pengesahan………….………………………………….…….................ii
Kata pengantar…………………………………………………….…...................iii
Daftar isi…………………………………………........………….........................iv
Motto…………………………………………...………........................................v
BAB I   : Pendahuluan
              A.Latar belakang…………………………………………………………1
              B.Rumusan masalah…….……………...………………………...……....2
              C.Tujuan………………………………………………………………….2
BAB II : Pembahasan Materi
1.     Pengertian Transmisi Otomatis...........  ..........................................3-5
2.     Komponen utama Transmisi Otomatis ........................................6-13
3.     Fungsi Transmisi Otomatis........................................................13-14
4.     Syncromesh................................................................................14-16
5.     Cara kerja Transmisi Otomatis ..................................................17-20
6.     Keunggulan,Kelemahan dan
cara Merawat T. Otomatis..........................................................21-23
BAB III : Penutup
1.       Kesimpulan.....................................................................................24
2.       Daftar Pustaka................................................................................25
                   iv
MOTTO

1.    Bemimpilah seolah-olah anda hidup selamanya dan hiduplah seakan-akan inilah hari terakhir anda.
2.    Jalan terbaik untuk bebas dari masalah adalah dengan memecahkannya.
3.    Jika kita tidak berubah kita tidak akan bertumbuh kita belum benar-benar hidup.
4.     Orang tanpa ilmu bagaikan orang hidup tanpa nyawa.
5.    Hidup adalah suatu perjuangan, perjuangan membutuhkan suatu pengorbanan, pengorbanan membutuhkan suatu keihlasan, dan keihlasan  adalah ruh dari suatu kehidupan.
6.    Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.
7.    Sesali masa lalu karena ada kekecewaan dan kesalahan – kesalahan, tetapi jadikan penyesalan itu sebagai senjata untuk masa depan agar tidak terjadi kesalahan lagi.
8.    Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama.









v
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
    Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang menjadi penghantar energidari mesin ke diferensial dan as. Dengan memutar as, roda dapat berputar danmenggerakkan mobil.Transmisi diperlukan karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan dalammobil merupakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan putaran (rotasi) antara600 sampai 6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi antara 0 sampai2500 rpm.Sekarang ini, terdapat dua sistem transmisi yang umum, yaitu transmisi manualdan transmisi otomatis. Terdapat juga sistem-sistem transmisi yang merupakan gabunganantara kedua sistem tersebut, namun ini merupakan perkembangan terakhir yang barudapat ditemukan pada mobil-mobil berteknologi tinggi dan merek-merek tertentu saja.Transmisi manual merupakan salah satu jenis transmisi yang banyak dipergunakan dengan alasan perawatan yang lebih mudah. Biasanya pada transimimanual terdiri dari 3 sampai dengan 7 speed.Transmisi semi otomatis adalah transmisi yang dapat membuat kita dapatmerasakan sistem transmisi manual atau otomatis, bila kita sedang menggunakan sistemtransmisi manual kita tidak perlu menginjak pedal kopling karena pada sistem transmisiini pedal kopling sudah teratur secara otomatis.Transmisi otomatis terdiri dari 3 bagian utama, yaitu : Torque converter,Planetary gear unit, dan Hydraulic control unit. Torque converter berfungsi sebagaikopling otomatis dan dapat memperbesar momen mesin. Sedangkan Torque converter terdiri dari Pump impeller, Turbine runner, dan Stator. Stator terletak diantara impeller dan turbine. Torque converter diisi dengan ATF (Automatic Transmition Fluid). Momenmesin dipindahkan dengan adanya aliran fluida
1
B. Rumusan masalah
makalah ini akan membahas tentang:
a. Pengertian Sistem Transmisi Otomatis
b. Komponen utama transmisi otomatis
c. Fungsi transmisi otomatis dan fungsi syncromesh
d. Cara kerja syncromesh
e. Cara Kerja Transmisi Otomatis Pada Mobil
f.  Keunggulan,Kelemahan Transmisi otomatis dan cara
    Merawat Transmisi otomatis

C. Tujuan
    Tujuan dari makalah ini adalah:
1.      Mendeskripsikan tentang pengertian Transmisi otomatis.
2.      Untuk mengetahui apa saja komponen utama dari Transmisi otomatis.
3.      Mengetahui bagaimana cara kerja dari Transmisi otomatis.
4.      Mengetahui fungsi dari Transmisi otomatis.
5.      Mengetahui apa saja keunggulan,kelemahan dan cara merawat Transmisi otomatis.






2   
BAB II
PEMBAHASAN MATERI

1.   Transmisi Otomatis
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.
Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400
Gir nomor
Rasio gir
RPM pada
poros keluar transmisi
1
3.769
1.167
2
2.049
2.147
3
1.457
3.020
4
1.000
4.400
5
0.838
5.251
Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.

3
Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu.Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
  • Posisi P (Park)
Pada posisi ini kendaraan tidak dapat bergerak (roda tidak dapat diputar) tetapi mesin dapat dihidupkan.Posisi ini digunakan untuk kendaraan yang diparkir, atau pada kendaraan untuk keperluan mesin dihidupkan tetapi kendaraan tidak dijalankan.
  • Posisi R (Reverse)
Posisi ini jadi digunakan untuk menggerakan kendaraan mundur.
  • Posisi N (Netral)
Pada posisi ini kendaraan tidak bergerak tetapi roda dapat diputar dan mesin dapat dihidupkan.Hanya posisi N dan P mesin dapat dihidupkan, posisi N transmisi pada posisi netral,

4
biasanya digunakan untuk menghidupkan mesin sebelum kendaraan dijalankan atau ketika kendaraan berhenti sementara mesin hidup, seperti menunggu lampu hijau menyala di perempatan jalan.
  • Posisi D (Drive)
Posisi D, digunakan untuk menggerakkan kendaraan bergerak maju secara otomatis dan dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1, 2 dan 3, atau sebaliknya, jika switch O/D di-posisikan ON, transmisi secara otomatis dapat mengatur kerja dari gigi 1, 2, 3 dan 4 atau sebaliknya. Posisi ini biasanya digunakan untuk jalan normal dan rata.
  • Posisi 2
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju, tetapi secara otomatis hanya dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1 ke gigi 2 atau sebaliknya, biasanya digunakan untuk jalanan menanjak  atau turunan tajam.
  • Posisi L
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju tetapi hanya pada posisi gigi 1 saja, biasanya digunakan untuk jalanan yang sangat menanjak atau turunan yang sangat tajam yang tidak dapat dilakukan pada posisi gigi 2.






5
2.  Komponen Utama Transmisi Otomatis

A.  TORQUE CONVERTER
Pada system transmisi manual cara menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi hingga sampai ke roda adalah kopling (clutch). Karena fungsi kopling adalah menghubungkan dan memutus tenaga putar dari mesin ke transmisi. Hal ini berbeda dengan transmisi otomatis (automatic transmission), namanya juga otomatis yang identik dengan suatu pekerjaan yang di kerjakan tanpa tenaga manusia atau bergerak sendiri(dengan mesin).
Pada system transmisi otomatis cara menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi adalah melalui torque converters. Jadi, torque converters penganti unit kopling pada transmisi otomatis. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai torque converters inilah wujudnya.
Gambar Torque Converters
6
1. Fungsi dari torque converter adalah :
a. Melipatgandakan momen yang dihasilkan oleh mesin
b. Menjadi kopling otomatis yang mengirimkan momen mesin menuju ke  transmisi
c. Menyerap getaran mesin
d. Melembutkan putaran mesin
e. Sebagai pompa oli ke hidraulic control system
2. Bagian – bagian utama dari Torque Converters
Bagian utama torque converters (dari kiri ke kanan): Turbine Runner, Stator, Impeller Pump

Susunan torque converters
7
3. Cara kerja torque converters
Prinsip dasar cara kerja torque converters diambil dari dua kipas angin yang dipasang saling berhadapan, dimana kipas yang satu dialiri arus listrik (PLN) sementara yang satunya dibiarkan tanpa dialiri arus listrik. Pada hal ini kipas yang tidak dialiri arus listrik akan ikut berputar karena tertiup angin dari kipas yang berada dihadapanya dengan arah yang sama, prinsip dasar inilah yang digunakan pada torque converters.

4. Lock up mechanism
Torque converter tidak selamanya menyalurkan tenaga putar ke transmisi dengan perbandingan 1 : 1, tapi ada sebagian kecil tenaga yaitu sekitar 4 - 5 % yang hilang. Hal ini tentunya sangat merugikan karena akan mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Untuk menghindari hal tersebut di buat mekanisme lock up mechanism yang akan mengunci torquer converter ketika kendaraan berjalan pada kecepatan 37 mph atau 60 km/jam atau lebih tinggi. Ketika mekanisme ini bekerja maka tenaga putar dari mesin akan di salurkan 100 % menuju ke transmisi.

8
B.  PLANETARY GEAR UNIT
Planetary gear unit dipakai untuk menaikan dan menurunkan momen mesin, menaikan dan menurunkan kecepatan kendaraan, di pakai untuk memundurkan kendaraan dan dipakai untuk bergerak maju. Pada dasarnya planetary gearunit dipakai mesin untuk menghasilkan tenaga dan menggerakan kendaraan dengan beban yang berat dengan tenaga yang ringan.
Hubungan antara kecepatan dan momen mesin dapat di jelaskan sebagai berikut:
Pada saat kendaraan berhenti dan mau berjalan dibutuhkan momen yang besar, dan pada posisi ini dibutuhkan gigi yang rendah untuk menggerakan kendaraan. Akan tetapi pada kecepatan yang tinggi maka akan dibutuhkan gigi yang tinggi dan momen yang kecil untuk menjaga laju kendaraan.




9
Berikut ini adalah bagian-bagian dari planetary gear unit:


Gambar . Planetary gear unit
Planetary gear memiliki tiga tipe gigi cincin, gigi pinion, sun gear dan planetary carrier.
Planetary carrier dihubungkan dengan poros tengah tiap gigi pinion dan membuat gigi pinion berputar. Gigi-gigi pada planetary carrierberhubungan satu sama lainnya.
Gigi pinionmempunyai prinsip kerja menyerupai planet yang berputar di sekeliling matahari. Oleh karena itu, disebut planetary carrier. Biasanya, planetary carrierdikombinasikan dalam unit planetary carrier.
Penggantian input pada planetary carrier, output, dan elemen tetap, memungkinkan untuk deselerasi, mundur, hubungan langsung dan akselerasi.


10
C.   HIDROULIC CONTROL SYSTEM
Bagian ini mengontrol kerja dari rem dan koling pada transmisi otomatis dengan tekanan yang diperoleh dari pompa oli.
Unit pengendali hidrolik mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Untuk membangkitkan/mengahasilkan tekanan hidrolik
Pompa oli mempunyai fungsi membangkitkan tekanan hidrolik. Pompa oli membangkitkan tekanan hidrolik yang diperlukan untuk pengoperasian transaxle otomatis dengan menggerakkan tempat/kotak pengubah tenaga putar (mesin).
2. Menyesuaikan tekanan hidrolik
Tekanan hidrolik yang ditekan oleh pompa oli disesuaikan dengan pentil pengatur utama. Juga pentil katup penghambat menghasilkan tekanan hidrolik yang sesuai dengan output mesin

11
3. Mengalihkan (shift) roda gigi (untuk mengoperasikan kopling dan rem)
Ketika operasi kopling dan rem pada unit roda gigi planetary dialihkan (switch), roda gigi dialihkan.Jalur cairan diciptakan sesuai dengan posisi shift oleh pentil manual. Ketika kecepatan lendaraan meningkat, signal sikirimkan ke pentil solenoid dari mesin & ECT ECU (Electronic Control Unit). Pentil solenoid mengoperasikan setiap pentil shift ke pemindahan (shifting) roda gigi
Komponen-komponen utama dari unit kontrol hidrolik adalah sebagai berikut:
 • Pompa oli                             • Valve body
• Primary regulator valve        • Manual valve
• Shift valve                            • Solenoid valve
• Throttle valve
 Automatic Transmision Fluid
Minyak transmisi otomatis mempunyai kualitas yang tinggi dengan berbagai macam bahan tambah. Minyak transmisi otomatis ini di kontrol oleh katup hidrolik melalui transmisi ke gear shift dan melumasi komponen yang berputar dari transmisi otomatis.
Minyak transmisi otomatis harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut:
• kekentalan yang sesuai         • stabil terhadap panas dan oksidasi
• tidak berbusa                                    • koefisien gesek yang sesuai
• berwarna                               • mempunyai bahan tambah yang lain
12
Minyak transmisi otomatis (ATF) mempunyai macam-macam viskositas dan koefisien geseknya. Hal ini perlu diketahui karena pengunaan miyka transmisi otomatis bisa berbeda tiap tipe kendaraan.
Penggunaan miyak transmisi otomatis yang tidak benar tidak hanya menurunkan tenaga, tetapi juga bisa menyebabkan bunyi serta kerusakan yang lain.
3.  Fungsi Transmisi Otomatis
Sistem transmisi berfungsi: mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga antara lain : unit kopling, transmisi, diferential, poros-poros dan pada kendaraan,
Fungsi transmisi untuk mengatur tingkat perbedaan putaran antara putaran mesin melalui unit kopling, dengan putaran poros yang keluar dari transmisi dan diteruskan ke roda melalui propeler shaft, pengaturan ini dimaksudkan agar kendaraan mampu bergerak sesuai dengan beban dan kecepatan kendaraan.
Rangkaian : engine- clutch- gear box- difreential- final gear- wheel.
Macam-macam road gigi : spur, helical, double helical, epicycle(planetary gear).
1. Spur                       : bentuk alur gigi lurus digunakan untuk roda gigi
2. Helical        : miring terhadap poros roda gigi tetap yang tidak bisa digeser
3.2 helical      : double alur gigi miring terhadap porosnya dan tidak bias   digeser secara perkaitanya.
4. Epicycle    : alur perkaitan gigi yang lurus dan miring terhadap poros untuk roda gigi yang tidak tetap terhadap kedudukannya titik porosnya (constan mesh).
Komponen transmisi :
1. transmision input shaft.                                  6. shift linkage (tuas penghubung)
2. transmision gear.                                            7. tuas pemindah perseneling)
3. syncroniser (gigi penyesuai)                           8. shift fork (garpu pemindah)
13
4. transmision case (rumah transmisi)                9. exstension housing
5. output shaft (poros output)                            10. Bearing

4.  Syncromesh
Fungsi syncromesh yang menjadi komponen penyesuaian putaran antara driver dan driven pada gear box untuk mempermudah pekaitan antara gigi-gigi saat merubah percepatan.
Komponen syncromesh pada unit transmisi manual kendaraan :
1. constant mesh pinion                                  6. synching hub
2. dog teeth                                                     7. selector fork
3. sleeve                                                          8. ball / pin
4. spring key                                                    9. main shaft
5. sad speed gear
Jenis syncromesh ini  digunakan pada kendaraan bertransmisi manual sampai saat   ini.
Cara kerja sistem syncromesh : pada saat syncromesh digerakan kekiri kearah roda gigi 1, maka syncromesh hub 4, akan terdoorng kekiri dan semakin kuat, maka akan memberi gesekan terhadap gear yang bersangkutan sedemikian sehingga terjadi penurunan kecepatan rotasi antara gear bersangkutan dan mengerem putaran melaui konisnya hingga putaran antara roda gigi yang akan berkaitan ± sama. Sehingga bergesekan antara sleve dan gigi mulai berhubungan.
Speeling antara syncromesh dan dog teeth adalah (0.1 – 1mm)

14
Cara kerja syncromesh :
1. dalam keadaan netral gigi-gigi dalam keadaan berkaitan atau bersusun dengan gigi susun (counter gear) tetapi dapat berputar bebas pada output shaft.
2. bila gigi-gigi berhubungan
 a. Bila tuas pengatur didorong menurut arah panah gigi 1, clutch hub dan shifting key akan berkaitan pada bagian yang menonjol pada bagian tengahnya dengan demikian tenaga akan pindah kepada shifting key. Kemudian shifting key akan mendorong syncromesh ring pada gigi tirus core gear .Yang mana gigi-gigi ini mulai cepat putaranya dalam waktu bersamaan syncromesh ring, akan ditarik oleh gigi, dengan demikian clutch hub dan syncromesh ring akan saling berhadapan dengan yang lainnya, dengan bagian-bagian yang keluar menonjol dari jajarannya.
 b. Bial shift lever kita dorong lebih keras, clutch digeserkan lebih lanjut dengan shifting key, syncromesh ring akan diseret dan mengakibatkan clutch hub dan syncromesh ring saling mendorong dengan kuat, selama tenaga dipindahkan gigi ketiga akan bertambah kecepatannya. Hingga akhirnya clutch hub dan gigi ketiga, berada pada kecepatan yang sama.
 c. Clutch hub telah disyncronasikan (disesuaikan) syncromesh ring menjadi bebas dalam arah putaranya dengan demikian clutch hub telah berkaitan dengan gigi ketiga.



15
Cara pemindahan tenaga pada transmisi 4 speed dan 1 reverse (mundur)
1. pada saat netral, pada saat kedudukan clutch hub, clutch hub sleve pada posisi netral, maka tenaga mesin yang dipindahkan ke transmisi sebagai berikut :
Input shaft transmision ke main drive gear. Lalu ke counter gear (gigi pembantu) baru ke gigi perbandingan > 1.2.3
Pada saat gigi 1, input shaft > main drive gear > counter gear > ke gigi 1 > ke clutch hub sleeve > output shaft,  berlaku juga untuk perbandingan urutan tenaga putaran untuk gigi 2 dan 3 tetapi hanya perbedaan pada gigi perbandingan saja yang junlahnya tidak sama.
Pada urutan perpindahan gigi 4 sedikit berbeda yaitu : input shaft > main drive gear > clutch hub sleeve  > output shaft.
Pada urutan perpindahan gigi mundur (reverse gear) yaitu : input shaft > main drive gear > counter gear > idle gear clutch hub > sleeve fork > output shaft.
 Langkah – langkah untuk melepas transmisi FR.
1. buang oli transmisi                                                  5. lepas batang pemindah
2. lepas unit propeler shaft                                          6. lepas penyangga
3. lepas unit kabel spidometer (speed sensor)             7. lepas tuas penyetel
4. lepas penyetel kopling                                             8. lepas motor stater



16
5.  Cara Kerja Transmisi Otomatis Pada Mobil


CARA KERJA TRANSMISI OTOMATIS
blok diagramnya:
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive Shaft >> Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As Kopel>> Gardan/Differential>>Roda]




17
1. Torque converter menggantikan kopling mekanikal pada transmisi manual.               Lewat torque converter ini torsi disalurkan dengan mekanisme pompa dan turbin. Didalam torque converter terdapat 3buah baling2. Yang pertama bekerja sebagai pompa yang dikopel langsung dengan mesin. Yang kedua "turbin" dikopel langsung dengan planetray gear. Dan yang terakhir adalah stator. Cara kerjanya, baling-baling yang terkopel pada mesin berputar untuk memompakan Oli transmisi didalam sebuah ruang tertutup. Lalu tekanan oli tersebut mendorong turbin layaknya air bertekanan yang menggerakkan pembangkit listrik tenaga air. Konsep sederhananya, anda menyalakan sebuah kipas angin lalu tepat didepannya anda letakkan kipas angin yang lain dalam keadaan mati. Maka kipas angin yang mati tadi akan berputar seiring meningkatnya tekanan udara dari kipas angin yang menyala. Dari sistem tersebut, didapatkan peningkatan torsi pada turbin saat RPM pada mesin meningkat. Karena itulah perlengkapan ini disebut torque converter. Karena dia merubah putaran tinggi pada mesin menjadi torsi saat dibutuhkan. Namun alat ini jugalah yang menyebabkan konsumsi bahan bakar pada mobil matik meningkat. Karena pompa dan turbin tidak akan pernah berputar 1:1 saat berbeban. Oleh karena itu, pada pengembangannya di aplikasikan perangkat "lock up" yang akan mengunci pompa dan turbin secara mekanis untuk mendapatkan efisiensi saat RPM tinggi dan overdrive. Lalu fungsi stator? Nah stator adalah pengembangan sistem dua baling-baling menjadi 3 baling baling. Dimana baling diantara pompa dan turbin tidak bergerak. Oleh karena itu dinamakan stator (statis:diam) dan fungsinya adalah mengoptimalkan arah tekanan oli untuk menggerakkan turbin.
7.  Planetary Gear. Komponen ini menggantikan gigi-gigi rasio pada transmisi manual untuk merubah rasio putaran turbin terhadap roda. Fungsi utamanya sebetulnya tidaklah berbeda dengan fungsi transmisi manual yang biasa anda ganti-ganti dengan tuas persneling saat menjalankan mobil. Namun desain fisiknya yang berbeda cukup jauh.
18
Pada planetary gear tidak ada dua barisan roda gigi yang saling berhubungan dengan rasio berbeda-beda.
Tetapi sebuah roda gigi yang dikelilingi banyak roda gigi kecil dan ruman planetary yang memiliki gigi dibagian dalamnya. Untuk lebih jelas, carilah gambarnya di search engine. Karena cukup sulit menggambarkannya hanya dengan tulisan. Nah, disinilah Valve body bekerja. Valve body mengatur jalannya oli untuk merubah rasio planetary gear secara hidraulis.
8.  Itulah cara kerja tranmisi yang banyak digunakan pada mobil-mobil yang bersliweran saat ini. Torque converter menyebabkan mobil serasa berjalan dengan kopling yang selip. Dan planetary gear menyebabkan mobil seperti memindahkan giginya secara otomatis.

Untuk transmisi CVT
kehadiran planetary gear digantikan dengan sabuk dan pulley yang diameter drivingnya dapat berubah-ubah sehingga rasio putaran dari dua buah pulley tersebut juga berubah-ubah. Dari sistem CVT yang diaplikasikan pada transmisi tersebut, didapatkan perpindahan percepatan (rasio) yang sangat halus. Seperti yang anda rasakan pada motor matic dengan CVT. Namun perubahan rasio CVT pada mobil tidaklah dilakukan secara mekanikal layaknya sepeda motor. Namun hal itu dilakukan secara elektro hidrolis yang diatur oleh ECU mobil. Sehingga perubahan rasio akan berubah sesuai dengan beban mobil, injakan pedal gas, putaran mesin dan lain sebagainya untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

Itulah garis besar prinsip kerja dari sistem transmisi otomatis.




19
Tambahan: untuk lebih mengenal karakteristik transmisi matik, berikut perilaku transmisi matik untuk setiap posisi tuasnya :

P: transmisi akan mengunci komponen yang terkopel langsung dengan roda. Hal ini memberikan efek seperti rem tangan, tetapi jangan hanya mengandalkan posisi ini untuk parkir dengan beban yang cukup berat. ex: tanjakan.
R: Gunakan posisi ini untuk berjalan kearah belakang(mundur).
N: di posisi ini, seluruh hubungan antara roda dan mesin dilepaskan. Dan tidak ada mekanisme pengunci roda layaknya posisi P. catatan: sangat disarankan untuk menggunakan posisi N dan aktifkan rem daripada P jika anda tidak bermaksud berhenti untuk meninggalkan mobil.
D: gunakan posisi ini untuk menggunakan seluruh rasio dalam transmisi anda selama perjalanan. dibeberapa mobil juga terdapat tatanan D4, D3, L2, L1. untuk merk toyota biasanya terdapat D,2,1 dengan tombol overdrive off pada tuasnya.
D3 atau O/D off: posisi ini akan membatasi perpindahan rasio hingga tingkat ke 3. Pada beberapa mobil toyota dengan tombol O/D off, tombol ini menonaktifkan gigi4 dan menahan transmisi pada rasio tingkat3. Gunakan posisi ini untuk melakukan overtakin
.











20
6.  Keunggulan,Kelemahan Transmisi otomatis dan cara
Merawat Transmisi otomatis
Transmisi otomatis memiliki beberapa keunggulan antara lain:
  • Membuat anda nyaman berkendara di kemacetan karena tidak diperlukan pergantian gigi secara manual dengan menggunakan tuas transmisi dan menginjak kopling.
  • Apabila dirawat dengan baik, dapat memiliki umur yang panjang.
  • Cenderung less maintenance (tidak memerlukan perawatan) selain ganti oli dan filter nya.
  • Apabila dalam keadaan prima, maka anda tidak akan merasakan perpindahan dari gigi rendah ke gigi tinggi dan sebaliknya.
Adapun kelemahannya adalah:
  • Apabila aki soak, maka kendaraan tidak dapat didorong untuk jump start.
  • Apabila rusak maka penggantiannya akan memakan biaya yang besar.
  • Pada saat jalan menurun, mobil tidak memiliki engine brake,dimana mesin tidak ikut membantu pengereman mobil.

Cara merawat transmisi otomatis :
  • Sebisa mungkin jangan gunakan mobil bertransmisi otomatis untuk menarik kendaraan, apabila terpaksa, gunakan gigi rendah yang dimiliki oleh mobil tersebut.
  • Lakukan penggantian oli transmisi secara teratur.
21
  • Apabila kendaraan ditarik, maka salah satu sumbu roda yang berpenggerak harus diangkat (contoh; menarik mobil penggerak depan maka bagian depan diangkat). Hal ini dilakukan untuk mencegah putaran roda mempengaruhi kerja transmisi yang tidak memiliki pelumasan yang baik.
  • Di tanjakan, anda jangan menahan transmisi di D dan menginjak gas setengah untuk mempertahankan agar mobil tidak turun, tapi gunakan rem dan pindah transmisi ke N (Neutral).
  • Apabila kendaraan di kemacetan berhenti lebih dari 15 detik, pindahkan tuas ke N (Neutral).
  • Jangan menginjak gas terlebih dahulu baru memindahkan tuas ke D atau R, sebaiknya mobil dalam keadaan rpm idle baru tuas dipindahkan.
Periksalah selalu oli transmisi mobil Anda pada tongkat ukur oli transmisi:
1.  A. apabila kurang, segera ditambahkan, agar kinerja transmisi berjalan dengan    baik dan terhindar dari bunyi-bunyi kasar pada perpindahan giginya
 B. apabila berbau gosong atau berwarna hitam,segeralah ganti
2. Gantilah oli transmisi secara berkala setiap 10.000 km
3. Gunakan oli yang berkualitas baik dan dibuat pabrikan besar/internasional seperti Mobil Oil, Castrol, Esso, Total, Motul, Shell, dll dan sebisa mungkin gunakan yang memiliki grade terbaik (Dexron III)
4. Kuras/ganti  seluruh  oli  dalam sistem  transmisi (termasuk  oli  didalam  torque converter) setiap  40.000 atau 50.000km.

22
Penggantian oli berkala dengan cara membuka baut pembunangan oli di karter gearbox(nomer 2 diatas) hanya mampu mengeluarkan sekitar 35% dari total kapasitas oli dalam sistem gearbox otomatis
5. Janganlah mengganti  posisi  gigi dari D ke R atau ke P maupun dari  R ke D sebelum mobil berhenti total
6. Untuk menjaga keawetan transmisi otomatis,ketika mengendarai dengan cara manual yaitu memindahkan gigi secara manual dari 1-2-3-D atau sebaliknya, jangan paksakan mesin berputar pada RPM maksimum atau redline apabila tidak sangat terpaksa.Putaran mesin yang  relatif  aman bagi  transmisi otomatis adalah sekitar 1.000 RPM dibawah putaran maksimum/redline
7. Jangan menahan posisi mobil di tanjakan dengan menggunakan daya mesin karena kopling otomatis akan cepat aus/ selip.Gunakan rem tangan atau rem kaki untuk menahan posisi mobil
8. Ketika berada di tengah kemacetan lalu lintas atau sedang menanti di traffic light, sebisa mungkin letakkan posisi tuas transmisi pada N
9. Jangan menetralkan posisi tuas transmisi ketika mobil sedang bergerak karena supply oli pada sistem transmisi akan berkurang(tekanannya menurun)dan berakibat pada berkurangnya keawetan usia transmisi
10. Jika mobil bertransmisi otomatis perlu ditarik,sebisa mungkin angkat roda penggerak dengan  trolley.  Jika hal ini tidak dimungkinkan,yakinkan bahwa tuas berada pada posisi N dan tambahkan oli kedalam gearbox sekitar 2 liter extra.

23
BAB III
PENUTUP

1.  Kesimpulan :
·         Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.
·           Transmisi menggunakan roda gigi-roda gigi (gears) dari rasio rendah ke tinggi untuk memaksimalkan torsi mesin sesuai dengan perubahan yang terjadi pada saat berkendara. Ada dua macam transmisi yaitu manual dan otomatis. Pada transmisi manual yang digunakan adalah kopling dan lock unlock berbagai macam set gear untuk mendapatkan rasio gigi yang berbeda. Transmisi otomatis menggunakan torque converter dan planetary gears (roda gigi satelit) yang dapat membuat satu set gear menghasilkan rasio gigi yang berbeda.
·           Perpindahan gigi pada transmisi otomatis secara otomatis sesuai dengan posisi tuas, terdapat 6 posisi yaitu, posisi P, R, N, D, 2 dan L. Sedangkan untuk Over Drive (O/D) menggunakan switch yang ada pada tuas transmisi, demikian pula untuk meningkatkan performa kerja transmisi khususnya waktu perpindahan gigi terdapat 2 poisisi switch yang ditempatkan di console box, yaitu Power dan Normal (P/N) mode.




24
Daftar Pustaka
25 Agustus 2012 jam 18.30
25 Agustus 2012 jam 18.30
25 Agustus 2012 jam 18.45
25 Agustus 2012 jam 19.00
25 Agustus 2012 jam 19.00
25 Agustus 2012 jam 19.30
26 Agustus 2012 jam 15.00
26 Agustus 2012 jam 15.00










25


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar